[FF] You’re My Heartbreaker [Part 1]

12 Feb

Saya bikin ff baru lagi, bukannya lanjutin yang dulu, kekeke. Di ff yang ini, semua artis Kpop saya keluarkan (?), jadi bakal ada banyak artis Kpop yang berseliweran. Perhatian!! FF ini hanya kegilaan author semata, hanya fiktif belaka. So, enjoy the story😀

3 years ago.

“Tas ini bagus agasshi” tawar penjual toko itu. “Ne, ini bagus, tapi terlalu besar, ada yang lain?” tanya Hyunji.

“Ada agashi, yang itu mungkin” Penjaga toko itu menunjuk 1 tas di rak atas. “Hmm, boleh juga” Hyunji berjalan ke arah rak itu, karena pandangannya terfokus ke tas itu, ia tidak melihat seorang namja yang sedang melihat-lihat tas lain. Tabrakan pun terjadi. “Ahh, mianhae” kata Hyunji sambil membungkuk. “Ne, gwaenchana” “…….” “……..”

“Lee Sungmin imnida” kata Sungmin sambil mengulurkan tangannya. “Cho Hyunji imnida. Mannaseo Bangapseumida” balas Hyunji sambil membalas salaman Sungmin.

How can a stranger fall in love each other?

* * *

“Eunhye ya, waeyo??” tanya Hyunji ke Eunhye, temannya yang dari tadi mengguncang-guncangkan tangannya ala anak kecil minta dibeliin permen. “Itu, temani aku ke rumah Jinki dong~” pinta Eunhye.  “Ngapain? Sendiri aja sana, nanti aku kayak hiasan lagi ngeliatin kalian pacaran” tolak Hyunji. “Ehehehe, ayo lah~ temani aku, jebal” bujuk Eunhye sambil memasang puppy eyes. “Ne, ne, araseo, ayo kita pergi” kata Hyunji menyerah. “Yey, gomawo~”

Jinki’s House

“Sana ketuk dulu pintunya” Hyunji mendorong Eunhye maju ke depan untuk mengetuk pintu. “Ye, sabar” Eunhye mengetuk pintu dan tak lama kemudian pintu dibuka.

“Hyunji ya!!” “Sungmin oppa?!”

“Lho? Kalian kenal?” tanya Eunhye polos

The world is narrow

* * *

“Minho ya~” Seorang namja memanggil Minho yang sedang meminum cocktailnya.

“Waeyo hyung?” tanyanya sambil menengok.

“Kenalkan, ini adikku, Cho Hyunji” kata Kyuhyun sambil mendorong Hyunji maju ke hadapan Minho. “Annyeong haseyo, Cho Hyunji imnida, mannaseo bangapseumida” kata Hyunji memperkenalkan dirinya sambil tersenyum.

“…..” Minho diam terpaku menatap Hyunji. Ia seperti terhipnotis saat mendengar suara Hyunji yang lembut. Suaranya bagai mantra bagi Minho. Wangi lavender yang tercium dari badan Hyunji menyesakkan dadanya, ia kehilangan seluruh isi otaknya saat bertatap mata dengan Hyunji. “Cho….Choi Minho imnida” kata Minho tergagap, rasanya seluruh dunia berpusat pada Hyunji bagi Minho. “Kalian seumuran kan, nah ngobrol lah sana, di pesta seperti ini kalian bisa jamuran karena hampir semua tamunya orang tua” kata Kyuhyun. “Ye, hyung”

Is that called ‘love’?

* * *

“Hyunji ya….”

“Waeyo oppa?”

“Nan….saranghamnida, would you be my girlfriend?”

“………”

“Mungkin ini terlalu cepat, tapi waktu aku pertama kali bertemu denganmu….aku merasakan sesuatu yang berbeda…….bahwa aku mencintaimu” jelas Sungmin.

“………naddo saranghae”

“Jinja??”

“Ne”

Our story begin

* * *

~Sorry..sorry..sorry..sorry~

“Ehm….” Hyunji menggeliat pelan. Handphonenya berbunyi tanda ada telepon masuk. Jam masih menunjukan pukul 6 pagi. Dengan setengah sadar ia mengangkat teleponnya.

“Yoboseyo….” kata Hyunji dengan suara parau karena baru bangun. “Hyunji yaa~, ireona” kata suara di seberang sana. “Ini aku sudah bangun, kalau tidak siapa yang mengangkat telepon” kata Hyunji dengan mata masih terpejam. “Eheheh, cepat sana mandi, jangan lupa kita ada kencan hari ini” kata orang di telepon itu. “Heehh?! Oh iya, aku mandi oppa” jawab Hyunji. “Ok, nanti kujemput, sampai jumpa jagi~” katanya. “Ne, sampai jumpa Sungmin oppa”

Hyunji menggeliat, lalu segera bangun dan masuk kamar mandi. Setelah selesai mandi ia segera memakai bajunya dan bersiap-siap. Hp nya berbunyi lagi.

“Ne, aku turun sekarang oppa, jamkaman, aku belum pakai sepatu ini” kata Hyunji di telepon. Ia pun segera memakai sepatunya dan turun ke bawah. Di bawah ia bertemu dengan oppanya yang sedang sarapan. “Hyunji ya, mau kemana kau pagi-pagi begini?” tanya Kyuhyun dengan wajah curiga. “A..aku mau pergi dengan teman” jawab Hyunji tergagap. “Ohh, ya sudah” jawab Kyuhyun santai tanpa curiga sedikit pun dengan jawaban Hyunji. Hyunji pun segera keluar dari rumahnya cepat-cepat.

Hyunji mengenal Sungmin 3 tahun yang lalu. Waktu itu ia yang sedang berbelanja di Louis Vuitton tidak sengaja menabrak Sungmin yang sedang muter-muter bingung mencari hadiah untuk ibunya. Dari situ mereka berkenalan, dan ternyata, Sungmin itu kakak Jinki, kekasih Eunhye, teman baik Hyunji. Dari situ mereka mulai dekat dan akhirnya, Sungmin menyatakan cintanya pada Hyunji.

Tetapi, entah mengapa, kedua orang tua Hyunji tidak pernah merestui hubungan mereka, bahkan sampai akhir hayatnya. Kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan pesawat 1 tahun yang lalu. Kyuhyun juga tidak menyukai hubungan Hyunji dengan Sungmin. Sekarang Hyunji diurus dengan Jokwon dan Gain, om dan tantenya.

Sedangkan Minho, ia adalah anak rekan kerja keluarga Cho. Ia pertama kali bertemu Hyunji di sebuah pesta ulang tahun perusahaan 3 tahun yang lalu. Pada saat bertemu dengannya, seakan-akan di dunia ini hanya ada Hyunji di matanya. Jantungnya berdetak kencang. Kyuhyun yang sedang berbicara dia anggap tidak ada.

“Oppa~”

“Ayo masuk ke dalam mobil, cepat” kata Sungmin.

“Ne~”

Sungmin segera menyalakan mobilnya dan memacunya menuju Dongdaemun. Mereka berjalan-jalan bergandengan tangan sambil melihat-lihat barang di Dongdaemun. Hyunji memasuki segala macam toko yang ada dengan bahagia sedangkan Sungmin hanya mengikutinya sambil tersenyum. Matahari sudah bersinar terik.

“Oppa~, beli es krim di taman itu yuk” pinta Hyunji.

“Boleh, ayo ke sana” kata Sungmin sambil tersenyum.

Mereka berdua pun berjalan ke arah penjual es krim. Pada saat sedang berjalan berjalan, tiba-tiba 2 mobil berhenti dan menimbulkan bunyi berdenyit di pinggir taman. Dari 2 mobil itu keluar 4 pria yang memakai jas dan kacamata hitam. Kedua bodyguard itu berjalan ke arah Hyunji dan langsung memegang kedua tangannya membuat ia melepaskan gandengan Sungmin, sementara kedua body guard yang lain menahan Sungmin.

“Kyaa, lepaskan, Yunho oppa, Changmin oppa, lepas!!” jerit Hyunji. “Hei, apa yang kalian lakukan, lepaskan” teriak Sungmin. “Maaf agasshi, kami diperintahkan tuan besar” kata Yunho.

“Siwon oppa, Hankyung oppa, Yunho oppa, Changmin oppa!! Apa-apaan ini, lepaskan, aku bukan binatang” kata Hyunji marah. “Kami hanya menjalankan perintah, kalau tidak nanti anda kabur agasshi” jawab Hankyung. “Ya iyalah, orang minta dilepas buat kabur lagi” kata Hyunji kesal.

Tiba-tiba datang sebuah mobil Lamborgini abu-abu. Kyuhyun turun dari dalam mobil itu. Ia berjalan menghampiri Hyunji yang masih dipegangi Yunho dan Changmin. “Jadi……..kau sudah bisa berbohong ya, dongsaeng” kata Kyuhyun dengan tatapan meremehkan. “Semua orang bisa berbohong oppa” kata Hyunji kesal.

“Bawa dia masuk ke mobil, awas kalau sampai kabur” perintah Kyuhyun. Yunho dan Changmin segera membawa Hyunji yang masih meronta-ronta ke dalam mobil. Kyuhyun pun menghampiri Sungmin yang sedang ditahan oleh Siwon dan Hankyung.

“Hyung, jangan dekati adikku lagi, dia akan dijodohkan, jauh-jauh dari hidupnya” kata Kyuhyun. “Apa hakmu, dia punya kehidupan sendiri” kata Sungmin. “Dia punya jalan hidup yang sudah terencana, jadi jangan ganggu jalannya” bentak Kyuhyun. Ia segera berbalik meninggalkan Sungmin dan masuk ke mobilnya. Siwon dan Hankyung masih memeganginya, setelah kedua mobil itu pergi, baru mereka melepaskan Sungmin dan segera pergi.

* * *

Di rumah keluarga Cho. Iring-iringan mobil itu berhenti di depan rumah. Hyunji turun dari mobil masih dipegangi oleh Changmin dan Yunho agar tidak kabur. Yunho dan Changmin membawa Hyunji masuk ke kamarnya, dan segera menutup pintunya. Hyunji berlari ke arah pintu lalu mencoba membukanya, tapi pintu sudah terkunci rapat.

“Buka pintunya” teriak Hyunji sambil menggedor-gedor pintu itu. “Sial”

Tiba-tiba pintu terbuka dan Gain masuk ke dalam. Ia segera menutup pintunya lagi rapat-rapat. “Ahjumma, ada apa ini” kata Hyunji panik. Gain menatap Hyunji sedih lalu mengelus rambutnya. “………..Kau akan dijodohkan Hyunji ya” kata Gain pelan. “Mwoya??” teriak Hyunji. “Dengan putra keluarga Choi, kau tahu dia kan, kami ditekan” kata Gain. “Minho yang itu??” tanya Hyunji merasa tidak yakin. Gain hanya menganggukan kepalanya. “Kami diancam, kalau kau tidak menikah dengannya, dia akan menghancurkan  perusahaan kita” jelas Gain.

“Hah? Gatau diri, siapa dia coba” kata Hyunji, di saat-saat seperti ini, tingkat kenyolotannya naik sampai 100%, padahal biasanya Hyunji itu gadis yang sangat lembut. “Oppamu setuju dengan rencana itu” kata Gain lagi. “Brengsek, gatau diri, emang nya aku apaan coba?? Sial” Hyunji mulai marah-marah.  “Brakk” Pintu terbuka lebar. Kyuhyun berdiri di ambang pintu. Gain segera berdiri dan meninggalkan mereka berdua.

“Mulai sekarang…..tinggalkan Sungmin” Kyuhyun mulai buka suara. Hyunji langsung mendelik ke arahnya. “Mwo?! Andwae” desis Hyunji. “Kau akan segera menikah dengan Minho, kalau kau menolak, kau akan melihat nama Lee Sungmin terukir di nisan dalam waktu dekat” ancam Kyuhyun. “Lee Sungmin mana? Di Korea Lee Sungmin itu banyak” sanggah Hyunji nyolot.

“Tentu saja Lee Sungmin kekasihmu tercinta itu” kata Kyuhyun. “Aku tidak mau menikah dengan Choi Minho” kata Hyunji dengan penekanan di setiap suku kata. Kyuhyun mendelik dan menghampirinya yang sedang duduk di kasur lalu mengangkat dagu Hyunji. “Kau berani melawan oppa ya? Kira-kira……apa yang akan terjadi dengan kekasihmu itu ya?” kata Kyuhyun sambil memasang evil smirknya.

Hyunji menatap Kyuhyun kesal. Kyuhyun pun meninggalkan Hyunji, sebelum menutup pintunya Kyuhyun berhenti dan menatap Hyunji. “Kau istirahatlah, nanti malam kau akan bertemu dengan Minho” katanya. Hyunji menatap Kyuhyun marah tetapi ia tetap diam.

Ia merindukan sosok kakaknya yang dulu sangat sayang dan lembut padanya, Kyuhyun selalu di pihak Hyunji dan membelanya, tapi sejak kedua orang tuanya meninggal, sikap Kyuhyun berubah 180 derajat. Dia jadi suka memaksakan kehendak dan selalu mengatur-ngatur kehidupan adiknya itu.

* * *

Malamnya, Hyunji dibawa paksa oleh Kyuhyun untuk menemui keluarga Choi. Setelah acara tarik-tarikan selama hampir 2 jam, Hyunji berhasil didandani dan dibawa masuk ke mobil untuk pergi. Jokwon dan Gain hanya bisa pasrah mengikuti kemauan Kyuhyun. Dengan dikawal Hankyung dan Siwon dibelakang, Yunho dan Changmin di samping kiri kanan gara tidak kabur, Hyunji memasuki sebuah restoran itu. Restoran itu sepi karena sudah disewa.

“Cho Kyuhyun, kau sudah datang” sambut Mr. Choi. “Mr. Choi Seunghyun, ini adikku, Cho Hyunji” kata Kyuhyun sambil tersenyum. “Tuan Choi, senang bertemu dengan anda” kata Jokwon dengan senyum dipaksakan. “Saya juga…., wahh, sepertinya pilihan Minho tidak salah, benarkan yeobo” kata Mr. Choi sambil menoleh ke Mrs. Choi yang ada di sebelahnya. Minho tersenyum smirk. Hyunji membuang wajahnya tidak mau melihat Minho.

“Ayo kita duduk di sana, biarkan Minho dan Hyunji berdua” kata Mr. Choi. Semuanya mengangguk dan berjalan ke arah meja lain meninggalkan Hyunji dan Minho. “Ayo duduklah” kata Minho sambil tersenyum. Dengan kasar Hyunji menarik bangku dan duduk. “Aissh, jangan kasar begitu dong, sebentar lagi kan aku akan menjadi suamimu” kata Minho. Hyunji melihat ke arah lain. “Kudengar…kau sudah punya kekasih ya, Lee Sungmin. Aku tidak salah kan?” lanjut Minho. “Kalau iya kenapa” jawab Hyunji sinis. “Gwaenchana”

“Tapi…” lanjut Minho. “Aku lebih menyukai nama mu menjadi Choi Hyunji daripada Lee Hyunji” kata Minho sambil tersenyum. “Aku lebih suka Cho Hyunji” jawab Hyunji ngasal karena kesal.

“Tapi sayangnya sebentar lagi kau akan menjadi Choi Hyunji. Bersiaplah….jagi” kata Minho sambil memegang rambut Hyunji lalu menciumnya, dan pergi ke balkon restoran meninggalkan Hyunji yang langsung mengelap rambutnya dengan tissue.

“Oh ya, satu lagi, jauhi Lee Sungmin, atau….akan kulenyapkan dia dari muka bumi” kata Minho sinis. Hyunji langsung membanting tasnya dan berniat pergi. Tetapi langsung ditahan oleh para bodyguardnya.

* * *

Choi’s company. 09.30 PM

“Tuan muda, Kim Heechul sudah datang” Sekretaris Minho datang membuyarkan pikiran Minho. “Ehm, suruh masuk” kata Minho sambil berdiri dan memandang keluar jendela kaca besar di depannya. Heechul masuk ke dalam.

“Ada apa Minho ya?” tanya Heechul. Minho berbalik dan menatap Heechul, lalu membuka laci mejanya dan mengeluarkan foto seorang namja. “Hyung…., pastikan dia jauh-jauh dari Hyunji. Jangan biarkan dia mendekat apalagi bertemu dengan Hyunji. Kalau ia berani, kau bisa melenyapkannya” kata Minho sambil tersenyum sinis. Heechul tersenyum smirk lalu mengambil foto itu. “Tenang saja” kata Heechul, lalu ia keluar dari ruangan. Minho duduk kembali di bangkunya, lalu mengambil foto Hyunji yang terpampang di mejanya. “Kau akan menjadi milikku, Hyunji ya……selamanya” gumamnya sambil tersenyum tipis.

*           *            *

Cho’s mansion


“Adjussi! Ahjumma! Eotokkae???” kata Hyunji sambil mondar mandir ala setrikaan di dalam kamarnya. Jokwon dan Gain hanya memperhatikan Hyunji yang mondar-mandir. “Kami tidak bisa apa-apa Hyunji ya, oppamu itu keras kepala sekali, kepalanya keras banget, bahkan mungkin batupun kalah” kata Jokwon yang langsung disambut tatapan membunuh dari Gain. Jokwon langsung ciut.

“Aissh, oppa pengen kulempar panci deh biar lupa ingatan” omel Hyunji. “Jangan, nanti pancinya penyok lagi, sayang, panci kan lumayan mahal” kata Jokwon. “Lagipula, Hyunji ya, Minho mengancam kita semua, dia akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu, kelihatannya dia sangat mencintaimu atau terobsesi lebih tepatnya” kata Gain sambil menjitak Jokwon yang ngomong ngasal dari tadi. “Aku tidak mau menikah dengannya” jerit Hyunji.

“Maaf Hyunji ya, kami tidak bisa melakukan apa-apa” kata Jokwon. “Lebih baik sekarang kau tidur, jaljayo” kata Gain. Mereka berdua meninggalkan Hyunji sendiri di kamar. Para bodyguard berjaga di depan pintu dan jendela agar Hyunji tidak bisa kabur. “Aku harus bertemu Sungmin oppa” gumam Hyunji.

“Jauhi Lee Sungmin, atau….akan kulenyapkan dia dari muka bumi”

Ucapan Minho terngiang-iang di otak Hyunji. “Ahh, andwaee” teriak Hyunji frustasi sambil  menarik-narik bantal. Ia tahu Minho tidak main-main. Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang ia mau.

* * *

Sungmin’s House. 09.00 PM

Sungmin merebahkan diri di ranjang sambil memejamkan mata. Di otaknya hanya ada Hyunji, Hyunji dan Hyunji. “Arggh, sial” teriak Sungmin frustasi sambil melempar bantalnya. Tiba-tiba hp nya berbunyi.

From : Hyunji

‘Oppa, mulai sekarang jangan temui aku lagi. Mianhae. Saranghae’

Sungmin yang murka sekaligus sedih langsung membanting hp nya…….ke ranjang. Ia meremas kedua tangannya sampai urat-urat tangannya kelihatan. “Sial, pasti Kyuhyun mengancamnya, tega sekali ia ke adiknya sendiri. Aku harus cari tahu ia dijodohkan dengan siapa” omel Sungmin.

“Ehm? Siapa yang menelepon?” Sungmin segera mengambil hpnya lalu mengangkat. “Yoboseyo”

“Lee Sungmin” kata suara di seberang sana. “Ne, waeyo? Nuguseyo?” tanya Sungmin. “Mulai sekarang, jauhi Cho Hyunji, kalau kau berani mendekatinya lagi, hidupmu dan keluargamu tidak akan tenang” kata orang itu sinis. “Yaaa, nugu!!!” bentak Sungmin.

“Aku?…huh….Aku calon suami Hyunji, Choi Minho” kata Minho angkuh. “Huh…dengar ya, aku tidak akan menyerahkan Hyunji kepadamu” balas Sungmin. “Naddo” jawab Minho. “Kau tidak akan pernah bertemu lagi dengannya jika kau berani mendekatinya” lanjut Minho dan langsung memutuskan sambungan telepon. Kemarahan Sungmin mencapai puncaknya, ia membanting hp nya, kali ini ke lantai sehingga bb nya hancur berantakan remuk.

* * *

Cho’s mansion.

Jam menunjukan pukul 9. Hyunji masih berada di alam mimpi. Dan gangguan mulai datang. Dengan terpaksa Hyunji membuka matanya dan menghadapi kenyataan. Hal pertama yang dilihatnya adalah Minho yang sedang bergaya ala Cleopatra di sebelahnya.

“Kyaaa” Hyunji langsung menjerit dan meloncat dari tempat tidur. Kelihatannya semua orang di rumah sudah menduganya, jadi tidak ada yang datang menolong. “Sst, jangan teriak-teriak jagi” bisik Minho sambil membekap Hyunji. “Mau apa kau kesini?” kata Hyunji galak setelah melepas bekapan Minho. “Lho? Aku kan calon suamimu, jadi boleh dong aku masuk ke sini” jawab Minho cuek. “GA” desis Hyunji sinis.

“Kau cepatlah siap-siap, kita akan pergi” kata Minho tanpa mempedulikan Hyunji yang menatapnya dengan tatapan ingin memanggangnya. “Shiroyo, aku mau tidur lagi”, Hyunji dengan santai naik lagi ke ranjangnya dan menggulung dirinya dalam selimut.  Mino segera menarik selimutnya. “Ahh, aku tidak mau tahu, cepat siap-siap, aku sudah bela-belain bangun pagi” protes Minho.

“Gada yang nyuruh lo bangun pagi, gada yang nyuruh lo ke sini, gada yang nyuruh lo jadi suami gw” kata Hyunji yang tingkat kenyolotannya naik lagi ke 100% karena moodnya jelek.

“Tapi aku mau, sana cepat mandi, atau perlukah kumandikan” kata Minho sambil tersenyum jahil. “Langkahi dulu mayat oppaku” jawab Hyunji santai sambil berjalan melewati Minho memasuki kamar mandi.

* * *

Hyunji keluar dari kamar mandi dan mendapati kamarnya kosong. Minho sudah tidak ada di dalam. Ia tersenyum lebar lalu langsung memakai tasnya dan menyambar tasnya. Ia berlari ke balkon dan melihat keadaan di bawah. ‘Great, bodyguardnya gada semua, aku harus cepat-cepat kabur’. Ia pun segera memanjat pembatas balkon kamarnya.

“Kau mau ke mana?”, tiba-tiba terdengar suara Minho. Ia menengok dan mendapati Minho sedang berdiri di belakangnya. Minho menghampiri Hyunji lalu menariknya masuk ke dalam. Ia mendorong Hyunji ke tembok dan memegang dagunya agar ia melihat matanya. “Mau mencoba kabur dariku?” tanya Minho.

“Kira-kira apa sih yang mau kulakukan kalau sudah memanjat balkon” jawab Hyunji sambil menatap Minho dengan tatapan mengejek. “Tak usah mencoba kabur, karena aku pasti menemukanmu kemana pun kau pergi, karena kau milikku, aku bisa merasakan kehadiranmu” kata Minho sambil menyusuri garis wajah Hyunji dengan tangannya.

“Ok, ayo kita pergi sekarang” kata Minho seraya menarik tangan Hyunji dan membawanya keluar kamar. Di bawah mobil Minho sudah menunggu, ia mendorong Hyunji masuk ke dalam mobil dan memacunya ke apgujung-dong.

Sesampainya di sana, Minho menarik Hyunji memasuki bridal shop. “Mau ngapain ke sini?” tanya Hyunji sinis. “Memilih dress yang akan kau gunakan saat pernikahan kita” jawab Minho. “Tidak sudi” desis Hyunji. “Minho-ssi, bajunya sudah disiapkan, silahkan ke belakang” kata manager toko. Minho membawa Hyunji mengikuti manajer toko.

Akhirnya Hyunji mencoba berbagai macam dress setelah dipaksa dan disogok Minho. “Hmm, jelek, ganti” kata Minho. “Aku sudah mencoba 17 baju, capek tau bolak-balik” omel Hyunji. “Aku akan berhenti setelah menemukan gaun yang pas untukmu” jawabnya. “Cih, sial” umpat Hyunji.

“Stop” kata Minho. “Wae?” kata Hyunji. “Ini bagus” kata Minho sambil menunjuk gaun yang dipakai Hyunji. “Mwoya? Andwae!” teriak Hyunji. Gaun yang dibilang bagus oleh Minho itu backless. Selain terlalu terbuka, gaun itu bisa menyebabkan masuk angin bagi penggunanya. “Aku suka jadi kau harus memakainya” kata Minho. “Kau saja yang pakai kalau begitu!” balas Hyunji.

Minho tidak meperdulikan Hyunji dan langsung berlalu ke kasir untuk membeli gaun itu. Hyunji menghentakan kakinya kesal dan dengan kasar masuk ke ruang ganti.

* * *

Cafe D’amore. 03.00 PM

“Ahh, Hongki ya~, bagaimana ini??” rajuk Heechul. “Mana kutahu, yang memberi tugas kan bosmu, lagian toil pake ngomong ‘serahkan padaku’ “ balas Hongki sambil meniup-niup kopinya. “Huaa, masa aku harus membunuh orang, si Sungmin itu pasti terus mendekati Hyunji, secara pacarnya. Orang kalau dilarang kan makin sengaja” kata Heechul sambil menjedot-jedotkan kepalanya ke meja.

“Kau beri dia peringatan dulu” jelas Hongki sambil mengipas-ngipas kopinya. “Ahh, panas” teriak Hongki sambil ganti mengipas-ngipas lidahnya yang melepuh gara-gara kopi hot. “Babo, uapnya masih mengepul gitu diminum” sindir Heechul. “Apha….” keluh Hongki dengan mata berair.

“Jadi…, aku peringatkan dulu ya?” tanya Heechul. “I..ha” jawab Hongki dengan lidah terjulur dan dikipasi. “Ok deh, gomawo”

* * *

Sungmin and Jinki’s House. 06.00 PM

“Hyung, waeyo?” tanya Jinki sambil tergesa-gesa memasuki rumah dan mendapati Sungmin sedang duduk di lantai sambil memeluk kakinya dan dengan kepala terbenam di dengkulnya. “Oppa…, gwaenchana?” tanya Eunhye yang mengikuti Jinki. “Hyunji……” gumam Sungmin.

“Hyunji waeyo??” tanya Jinki panik karena hyungnya meringkuk di lantai kayak orang putus harapan sambil nyebut-nyebut nama Hyunji. Eunhye mengisyaratkan agar Jinki diam, lalu ia jongkok di depan Sungmin. “Oppa, malhaebwa, Hyunji kenapa?” tanya Eunhye pelan. “Hyunji…., dia akan menikah” jawab Sungmin pelan.

“Woaa, chukkae oppa, kapan?” tanya Eunhye riang. Bletak, sebuah jitakan mendarat mulus di kepala Eunhye. “Aigo, oppa!! Michyeoso?” desis Eunhye sambil mengelus-elus kepalanya. Jinki menarik Eunhye ke dapur. “Babo!! Kenapa kamu ngomong begitu?” cecar Jinki. “Isshh, kan mereka mau menikah, ya aku kasih selamat dong” jawab Eunhye.

“Babo, kan hyung ngomongnya ‘dia’ bukan ‘kami’. Jadi bukan sama dia, lagian kalau mereka mau menikah, kenapa hyung kayak orang ga punya masa depan gitu” jelas Jinki. “Benar juga….terus Hyunji menikah dengan siapa dong?” tanya Eunhye bingung. “Molla, ayo kita tanya saja” usul Jinki.

* * *

“Dia akan menikah dengan Choi Minho”

BRUSTT. Ucapan Sungmin berhasil membuat Jinki dan Eunhye menyemburkan teh yang sedang mereka minum. “Ahh, mianhae oppa, aku ambil lap dulu” kata Eunhye sambil lari ke dapur. “Hyung, jinja??” tanya Jinki dengan mata melotot seperti mau keluar. “Ne” jawab Sungmin lemas.

Eunhye kembali dengan lap di tangannya dan mengelap hasil karyanya dengan Jinki. “Oppa serius nih?” tanya Eunhye tidak percaya. “Hyung, kok bisa sama Minho sih? Hyunji diapain Minho?” tanya Jinki heran, setahunya Minho yang notabene dongsaengnya /chingu nya juga tidak ada hubungan apa-apa dengan Hyunji. “Dijodohin, kelihatannya Hyunji diancam” jawab Sungmin. “Hah?”

Sungmin menghela napas, lalu mulai berbicara. “Kemarin Minho meneleponku, katanya ‘Jauhi Hyunji, atau hidupmu dan keluargamu tidak akan tenang’ “

“Sejak kapan Minho kejam” jerit Jinki dengan pose the scream. “Sejak jatuh cinta dengan Hyunji” sahut seseorang. Sungmin, Jinki dan Eunhye yang kaget segera menoleh ke arah suara. “SETANNN” jerit Jinki dan Eunhye yang kaget melihat sesosok manusia yang berdiri di pintu masuk sambil berpelukan.

To be continue

Saya mau nanya, kira-kira nanti si Hyunjinya ini sama Sungmin ato Minho? Dilema nih, jadi terserah readers deh, saya minta pendapatnya😀 Pilih Hyunji with Sungmin or Minho. Gomawo. Comment Please😀

Ps: jangan bacok aku, ampun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: