Loving You [Part 5]

18 Jan

Jihyun POV

Aku sedang mengikuti kakakku yang sedang jalan-jalan dengan calon istrinya. Aku seperti detektif, wahahahaha. Aigoo! Oppaku ini, kalo di rumah uda kayak tawon ngomong pake toa, tapi….. kalo ketemu perempuan yang dia suka, uda kayak mic ga dicolok, gada suaranya. Huhh, kalo suka ngomong aja kali *dongsaeng nyolot* gara-gara sikapnya itu, Haeyoung onni jadi salah paham kan *geleng2 kepala* ckckckck. Aku harus membawanya ke jalan yang benar.

(sms)

To: Kyuhyun oppa

“Oppaku yang babo *author dikejer istri2 kyu*  jangan bersikap dingin begitu dong ke Haeyoung onni, dia kan jadi salah paham -.-”

Segera kukirim sms itu, tak lama kemuadian oppaku mengambil hpnya dan membaca sms ku lalu tengok kanan – kiri . Ahahaha, sepertinya dia mencariku. Aku terus mengawasinya sambil mengirimkan sms setiap saat.

Author POV

Saat ini Haeyoung dan Kyuhyun sedang duduk di kursi di salah 1 cafe.

“Haeyoung ah” kata Kyuhyun pelan.

“ Waeyo Kyuhyun ssi?” kata Haeyoung

“Jangan panggil aku dengan embel-embel ssi, aku merasa tua” kata Kyuhyun memelas.

“ Baiklah, kupanggil Kyuhyun ah saja ya, ada apa?” tanya Haeyoung.

“Ehh, aku mau minta maaf kalau selama ini aku bersikap dingin padamu” kata Kyuhyun.

“ Aku memang canggung dengan perempuan. Aku hanya bisa nyaman dengan ibu, kakak dan adikku, jadi maaf kalau kau merasa tidak nyaman denganku” sambung Kyuhyun.

“ Ahh, gwaenchana Kyuhyun ah. Terima kasih sudah memberi tahuku, mulai sekarang kita teman. Ok? “ kata Haeyoung sambil tersenyum. Kyuhyun terdiam sebentar. “Ok” kata Kyuhyun sambil tersenyum miris.

“Ah, aku harus pulang Kyuhyun ah” kata Heyoung.

“Ok, kuantar kau pulang” kata Kyuhyun sambil bangkit berdiri.

-di depan rumah Haeyoung-

“Kyuhyun ah, terima kasih sudah mengantar Haeyoung pulang” kata eomma Haeyoung.

“Tidak apa-apa tante” kata Kyuhyun.

“Ayo masuk dulu, kami mau berbicara sesuatu” kata eomma Haeyoung mempersilahkan Kyuhyun masuk.

-Di dalam-

“Ehm, Kyu, Hae, kami ingin………………kalian segera bertunangan” kata Appa Haeyoung.

“Mwo??” Haeyoung yang kaget langsung pingsan *author lebay tingkat tinggi*

“Ah, Haeyoung ah, bangun” kata Kyuhyun sambil menepuk-nepuk pipi Haeyoung.

“Aduh, bagaimana ini?” kata eomma Haeyoung panik.

“Bawa ke kamar dulu” kata appa Haeyoung.

Kyuhyun tanpa diminta langsung mengangkat Haeyoung ala princess. Dia menggendong Haeyoung sampai ke kamarnya yang jauh dari r. tamu. *untung Haeyoung enteng, kalo berat, si Kyuhyun bisa ikutan pingsan juga.*

Kyuhyun segera membaringkan Haeyoung di ranjangnya, sedangkan eomma Haeyoung sedang kalang kabut mencari minyak angin. Tiba-tiba hp Kyuhyun berdering.

“Yoboseyo? Ne..ara..ara”

“Mianhae tante, aku harus pulang, aku pamit dulu”

“Ah, ne, gomawo sudah mengantarkan Haeyoung pulang dan mengangkatnya tadi”

“Ch’omaneyo, aku pulang dulu”

“Iya, annyeong”

“Annyeong”

Kyuhyun POV

Sekaget itukah dia?? Sampai pingsan, padahal cuma disuruh tunangan, belum nikah *ckckckck* . Apa dia tidak suka denganku? Hmmm, kalau begitu, aku harus membuatnya menyukaiku *maksa lo* Tapi gimana caranya? Ahh, pusing *minum panadol dong*

Author POV

Sesampainya di rumah, Kyuhyun segera masuk ke kamar dan membenamkan kepalanya di bantal. Diam – diam, Jihyun masuk ke kamar , ia berjingkat-jingkat *kayak sungmin di No Other* mendekati ranjang Kyuhyun, lalu..

“Oppaaa, ireonaa!!! “  *kayak Yoogeun di Shinee hello baby, bedanya ini oppa, buka appa*

“Adohh, dasar dongsaeng kurang ajar, ngagetin aja, ngapain lo di kamar gw??” kata Kyuhyun sambil melempar bantal ke arah Jihyun *wihh, ngomongnya gitu amat* sedangkan Jihyun langsung loncat ke ranjang Kyuhyun.

“Aku cuma mau ngejek oppa, abis babo banget sih”

“Hyaa, jangan bilang babo ke oppamu ini” kata Kyuhyun sambil membekap Jihyun dengan bantal. *Kyuhyun anak kecil version*

“Babo,babo,babo,babo,babo” kata Jihyun sambil melepaskan bantal itu dari wajahnya.

“Abis, oppa kalo suka ngaku aja, ga usah malu-malu meong gitu *??* “

“Kau tahu dari maa aku suka padanya” tanya Kyuhyun dengan muka merah.

“Taulah, aku kan peka terhadap keadaan sekitar. Dari gerak-gerik oppa ketahuan kok” kata Jihyun pd.

“Kau kayak detektif aja, kalau dari gerak-gerik aja kayaknya ga mungkin ketahuan deh” kata Kyuhyun ga yakin.

“Emang ga mungkin, aku sudah menyelidiki semuanya , contohnya ini” kata Jihyun sambil mengangkat bantal Kyuhyun. “Waa, dari mana kau tahu” kata Kyuhyun panik .

“Waktu itu aku sedang mencari psp oppa, dan tidak sengaja menemukan foto ini di bawah bantal oppa” kata Jihyun sambil menunjuk foto Haeyoung yang ada di bawah bantal Kyuhyun.

“Tak hanya di sini kok, di laci, di antara kamus, di dompet, bahkan di lemari pun ada kan?” lanjut Jihyun sambil tersenyum jahil. *Kyuhyun kayak maniak aja*

“Kau, jangan macam-macam di kamarku ya” kata Kyuhyun dengan muka merah.

“Telat oppa, aku sudah tahu semuanya dan aku akan membantu oppa”

“Membantu apa?

“Membantu oppa pdkt dengan Haeyoung eonni”  kata Jihyun.

“Ahh, tidak mau, nanti aku dikerjain lagi” kata Kyuhyun menolak.

“Yakin tidak mau oppa?” tanya Jihyun.

Kyuhyun terdiam, spertinya dia akan kalah dari adiknya.

“Ehm, baiklah, tapi, awas kalo kau macam2” kata Kyuhyun

“Sip, serahkan padaku” kata Jihyun.

“Ya sudah, sana keluar, hush, hush” kata Kyuhyun sambil mengusir Jihyun.

“Dih, emang aku kucing diusir-usir gitu, aku memang mau keluar kok”

“Ya sudah, cepat keluar”

Setelah Jihyun keluar, Kyuhyun berbaring di ranjangnya, ia mengangkat bantalnya dan mengambil foto Haeyoung lalu memandanginya.

“Hae-ya, ……….saranghaeyo“ *perhatian!! Haeyoung bukan Donghae*

Haeyoung’s house.

“Hae-ya, ayo bangun dong” kata mama Haeyoung sambil menepuk-nepuk pipi Haeyoung. *tabok aja tante, siapa tau bangun*. Perlahan-lahan Haeyoung membuka matanya.
“Ahh, syukurlah kamu bangun, eomma khawatir sekali” kata mama Haeyoung lega.
“Kok aku bisa di sini?” tanya Haeyoung bingung.
“Tadi Kyuhyun menggotongmu ke sini, soal pertunangan itu, kita bicarakan nanti lagi, sekarang kau istirahat dulu”
“Ne eomma”
Keesokan harinya.
Saat pulang sekolah, para murid langsung kabur semua. Tapi Kyuhyun tidak bisa kabur karena dia ada ekskul *kasian*. Ia pun menuju lapangan basket *dia ekskul basket ceritanya*. Ia pun mengganti bajunya dan setelah ganti baju ia segera menghampiri Sungmin *saya selipin Sungmin, ceritanya dia sahabatnya Kyu*. Ternyata pelatih basketnya kemarin kesandung batu, terus jatoh, abis itu tiba-tiba ada mobil lewat, nyaris kelindes si pelatihnya, terus jadi trauma, jadi dia cuti pemulihan diri dulu.
“Sungmin, ayo kita main” ajak Kyuhyun.
“Ayo, mana bolanya?” tanya Sungmin.
“Nih” kata Kyuhyun sambil melempar bola ke arah Sungmin.
Setelah main beberapa saat, Kyuhyun minggir ke pinggir lapangan gara2 dari tadi tanding kalah mulu. Ia pun mulai membuka tasnya.
“Kyu, masa udahan sih , ayo tanding lagi” kata Sungmin.
“Ok, kita tanding main ini aja” kata Kyuhyun sambil membuka laptopnya dan membuka starcraft. Sungmin cuma menatap dengan tatapan ‘ni anak, kok malah ngajak tanding starcraft’. Ia lalu duduk di sebelah Kyuhyun. Saat mereka berdua sedang asik diem2an, tiba-tiba Haeyoung lewat di dpn lapangan. Kyuhyun yang melihatnya cuma ngeliatin dengan serius Haeyoung lagi jalan. Sungmin bingung melihat Kyuhyun yang kayak orang bego.
“Woi, Kyu, lo gak apa-apa kan?” tanya Sungmin sambil memegang dahi Kyu.
“Gak apa-apa lah, ga panas kok” kata Kyuhyun
“Terus tadi kenapa kayak orang kesambet gitu? Jatuh cinta ya~?” tanya Sungmin jahil. “Ga kok, sembarangan aja” kata Kyuhyun malu-malu.
“Ahh, ngaku aja, suka kan sama Haeyoung” kata Sungmin.
“…”
“Diem artinya iya” kata Sungmin menyimpulkan.
“Iya deh, ngaku, dari pada dituduh-tuduh” kata Kyuhyun.
“Bener kan, ehehehe, jadi, kamu uda pdkt sama dia?” tanya Sungmin.
“Ga perlu kok, aku kan.. upss”. Kyuhyun hampir saja mengatakan ke Sungmin bahwa ia dijodohkan dengan Haeyoung.
“Aku kan apa? Kasih tau!” kata Sungmin.
“Gwaenchana, ga ada apa apa” kata Kyuhyun.
“Bohong, cepat katakan!” kata Sungmin maksa.
“Tapi ini rahasia antara kita berdua saja ya” kata Kyuhyun yang malas debat sama Sungmin. “ Iya deh, apa?” tanya Sungmin lg. “ Sebenernya, aku sudah dijodohkan dengannya” kata Kyuhyun sambil berbisik. “Mwoya?? Jinja?” kata Sungmin kaget. “ Bener lah, ngapain gw boong” kata Kyuhyun. “ Kok bisa?” tanya Sungmin ga yakin. “ Kita udah dijodohin dari kecil” kata Kyuhyun. “ Oo, terus? Kau menyukainya?” tanya Sungmin *lagi*.
“Sepertinya iya” kata Kyuhyun malu-malu.
“Kau beruntung sekali, ga perlu susah2 mendapatkanya” kata Sungmin.
“Ga juga ah, dia kan belum tentu suka denganku” kata Kyuhyun.
“Kalau begitu buatlah dia suka denganmu” kata Sungmin.
“Iya, aku akan berusaha”
“Hwaiting Cho Kyuhyun”
“Ne, gomawo”
Keesokan harinya…
Di kelas, Jihyun sedang bengong memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk membantu oppanya. Tiba-tiba….
“Woi, ngapain bengong-bengong” kata 1 mahkluk.
“Aigo, bikin kaget aja”
“Lagian, siapa suruh bengong” kata teman Jihyun yang bernama Lee Hyunhae *adeknya Donghae critanya*
“Siapa yang bengong, gw lg nyusun rencana spektakuler tau”
“Rencana apa?”
“Rencana buat oppa gw pdkt “
“Yahh, kirain mah apaan , ga seru lo” kata Hyun Hae
“Yee, dari pada ngejek, mending bantuin gw” kata Jihyun.
“Bantuin apa?”
“Bantuin..psst..psttt” . Jihyun membisikan sesuatu ke Hyunhae. “ Ahh, boleh, boleh, gw demen kalo ngerjain orang, asikk” kata Hyunhae setuju.
“Ahahaha, pulang sekolah kita langsung ke sana” kata Jihyun.
“Iya, gw mau sekalian ngerjain oppa gw”
“Wahh, jahat lo, lucifer dasar *nyanyi lagu lucifer XD*”
“Wakaka, biarin, lo juga sama aja”
“Yee, kalo gw kan ada tujuan khusus”
“Iya, iya”
Sepertinya 2 mahluk ini mau menjalankan rencana jahat. Dasar lucifer, ok, kita ke sekolah Haeyoung sekarang.
-ring ding dong-
Sudah jam pulang, semua siswa bersiap pulang. Sementara itu di tempat parkir.
“Eh, lo yakin nih” tanya Hyunhae. “Iya lah, uda nyampe sini, masa gak jadi” kata Jihyun. “Terus kalo oppa lo ato cewenya minta di jemput gimana? Kan ga guna?” kata Hyunhae. “Tenang, kalo oppa bisa diatur dan kalau Hae onni, setau gw hpnya nyebur ke kolam ikan kemarin *ckckckck* ” kata Jihyun. Mereka berdua pun mengendap-ngendap mencari mobil Kyuhyun.
“Ini dia”
“Cepet gembosin bannya”
“Berapa?”
“2 aja, jangan banyak-banyak, kasian”
“Punya hati nurani juga lo?”
“Iya lah, gitu-gitu kan oppa gw”
“Ya ud, cepetan , entar keburu ada orang lagi”
-2 menit kemudian-
“Selesai”
“Ok, sekarang kabur” kata Jihyun.
“Yahhh, gw blm ngerjain oppa gw” kata Hyunhae sambil manyun.
“Kapan-kapan aja, sekarang ud ga sempet”
“Yahh, ya ud deh” kata Hyunhae ngalah.
“Gw mau menjalakan misi brikutnya, skarang kita kabur dulu”
“Iya -.-”
Di kelas, tiba-tiba Kibum datang. “Hae-ya, tadi supirmu meneleponku, katanya mobilmu keserempet (semut) jadi tidak bisa menjemputmu” kata Kibum.
“Ya sudah , aku bisa pulang sendiri kok” kata Haeyoung.
“Aku akan mengantarmu” kata Kyuhyun.
“Ya sudah, tolong ya Kyu, aku ada rapat soalnya” kata Kibum sambil ngacir.
“Tenang saja, serahkan padaku”
“Terima kasih , kau mengantarku lagi” kata Haeyoung.
“Tak apa-apa, sudah tugasku” kata Kyuhyun.
Mendengar kata ‘sudah tugasku’ wajah Haeyoung langsung memerah. Tiba2…
~Neo gateum saram tu obseo~
“Yoboseyo” kata Kyuhyun. “Yoboseyo, oppa” kata suara di telepon. Kyuhyun langsung menjauh dari Haeyoung. ini lah percakapan mereka.
“Ada apa kau meneleponku?”
“Aku sudah menyiapkan rencana untuk pdkt dengan Hae onni, oppa ikuti instruksiku ya”
“Kau sudah merencanakan apa?”
“Pokoknya ikuti saja instruksiku, sekarang antar Hae onni pulang”
“Jangan-jangan kau yang merusak mobilnya Haeyoung ya?
“Tentu saja tidak, mobilnya kan mahal, aku kerjasama dengan supirnya”
“Mwo? Kok bisa?”
“Oppa.., tidak ada yang tidak mungkin bagiku”
“Ne, ara, ara , nanti kau kirim instruksi lewat sms ya”
“Ne oppa, sukses ya”
“Iya”
Kyuhyun segera mematikan hpnya dan berjalan kembali ke tempat Haeyoung. “Kajja, kita pulang”
Saat sedang berjalan ke tempat parkir. “Wah, langitnya gelap” kata Haeyoung. “Iya, semoga tidak hujan” kata Kyuhyun. Mereka pun amsuk ke mobil. Hp Kyuhyun bunyi lagi.
Kyuhyun POV
~Sorry..sorry..sorry..sorry~
Ada sms masuk.
From : Jihyun
‘Oppa, sudah jalan belum? Apa di mobilmu ada payung? Kekekekeke’
Kyuhyun bingung membaca sms itu. ia pun membalas smsnya.
To : Jihyun
“Aku baru mau jalan, ada payung sih kecil. Kamu ngerencanain apa sih?”
Setelah membalas, Kyuhyun menjalankan mobilnya. Ada sms masuk lagi.
From: Jihyun
“Ehehehehe, ban mobilmu oppa, gembos, nanti kau antar Hae onni pulang jalan kaki ya, rumahnya ga jauh kan *wink* “
Kyuhyun terkejut begitu tahu ban mobilnya gembos.
Kyu POV
Mwo?? Ban mobilku gembos. Aigooo, dasar dongsaeng ga bener, evil, babo! Segera kubalas smsnya.
To : Jihyun
” BABO!! Kenapa kau gembosin?? Uda mau hujan lagi!?? Bego!!”
Cihh, dongsaeng ga bener. Jangan- jangan dia cuma mau ngerjain aku lagi, aigooo, kenapa ga sadar dari dulu. Dia kan sama denganku, jail juga, ahhh, bego ah. Ahh, hp ku bunyi.
From: Jihyun
” Oppa babo ah, kesempatam bagus gini, kan kalo hujan oppa bisa mengantar Hae onni pulang jalan kaki sambil payungan berdua. Romantis kan?? Masa ga nyadar sih”
Hmmm, ada benernya juga sih, ya udah deh
To : Jihyun
” Terserah deh, jadi abis ini aku berentiin mobilnya. Trus gimana?
From: Jihyun
” Abis berentiin mobilnya, pura2 mau telepon, terus critanya hp oppa baterenya abis, trs anter deh pulang jalan kaki”
To: Jihyun
” Terus nasib mobilku gimana? Masa ditaro doang di pinggir jalan? Itu namanya ngundang maling”
-ok, karena sebetulnya ga penting, di skip aja ya, aslinya sih panjang ni sms nya-
Ok, saatnya menjalankan rencana. Sepertinya sebentar lagi hujan, ok aku mulai.
” Ahh, sepertinya ada yang aneh dengan mobil ini ” kataku dengan muka panik.
“Ada apa emangnya?” tanya Haeyoung.
” Aku periksa dulu” kataku sambil turun dari mobil. Aku pun pura pura memeriksa semua ban. ” Ah, ban nya gembos, aishh, kok bisa sih??” kataku pura2 panik.
” Yahh, jadi gimana dong, sudah mau hujan lagi”
” Aku telepon supirku dulu”
Aku pura-pura menelepon dan… ” Ahh, batere hp ku habis”
” Hp ku juga rusak lg”
” Ayo kuantar jalan kaki, rumahmu tidak jauh kan”
” Mobilmu gimana?
” Itu urusan gampang, yang penting aku antar kau pulang dulu”
” Ok, ahh, gerimis” kata Haeyoung sambil menadah gerimis dan melihat ke langit. Dia cantik sekali, walaupun mendung, dia masih kelihatan bersinar. *jijik lo kyu*
” Aku ambil payung dulu” kataku sambil membuka bagasi dan mengambil payung yang emang imut-imut bgt.
” Mendekatlah, nanti kau kehujanan” kataku sambil menarik bahunya untuk mendekat. Sepertinya dia malu sekali, aku juga sih. Kami pun berjalan di tengah hujan rintik-rintik ini. Aigo, suasananya romantis sekali. Setelah berjalan beberapa lama, kami pun sampai di rumahnya yang megah.
” Kyuhyun ah, mau pinjam telepon?”
” Iya”
” Pelayan , bawakan telepon” kata Haeyoung santai sambil berjalan ke kamarnya. Aku menunggu di ruang tamu. Secepat kilat, seorang pelayan datang membawakanku telepon. Rumah ini aneh sekali. Akupun mengambil telepon itu, lalu segera menelepon Jihyun.
” Yoboseyo, Jihyun ah, jemput aku di tempat Hayoung ya. Palliwa!!” kataku singkat lalu segera kumatikan teleponnya sebelum dongsaengku ngomong panjang lebar.
Tak lama kemudian, Haeyoung kembali dari kamarnya. ” Kyuhyun ah, ayo diminum tehnya” katanya sambil duduk di sofa di seberangku. Saat sedang asik minum teh, tiba-tiba seorang pelayan datang.
” Nona, ada tamu”
” Siapa?”
” Nona Cho Jihyun”
” Ahh, suruh ke sini”
” Baik nona”
Tak lama kemudian adikku masuk ruangan.
“Annyeong onni” katanya sambil melakukan aegyo. Aigo, hentikanlah Jihyun, aku masih lebih imut kok dari mu * hah?!*
“Anyeong Jihyun, ayo minum teh dulu”
“Ne onni, sepertinya oppaku juga masih asik” kata adikku ngajak berantem. Dengan segera kuinjak kakinya.
“Aaa”
“Ada apa? ” tanya Haeyoung.
“Gwaenchana onni” kata adikku singkat begitu melihat wajahku.
Author POV
Kyuhyun dan Jihyun telepati. Inilah yang mereka ributkan.
Jihyun :  Oppa!! Kau menginjak sepatu favoritku!!
Kyuhyun: Siapa suruh bicara macam macam
Jihyun : Emang aku ngomong apa coba??
Kyuhyun: Aiish, ngomong denganmu tdk ada ahbisnya, sudahlah.
” Ehm, kalian berdua kenapa?” tanya Haeyoung yang bingung dengan duo evil ini. “Tidak ada apa apa onni”
Setelah mengobrol beberapa lama, Kyuhyun dan Jihyun pun pulang. Di perjalanan.
” Bagaimana tadi oppa?” kata Jihyun sambil tersenyum jahil. ” Ya gitu deh” jawab Kyu santai n ga jelas. ” Yee, yang jelas dong” kata Jihyun yang gemes ama oppanya ini. “Aku malu sekali” kata Kyuhyun. ” Kenapa harus malu, oppa kan tidak melakukan sesuatu yang aneh ” kata Jihyun. ” Memang sih, tapi tetap saja” jawab Kyuhyun.
” Terus , kapan oppa akan menyatakan perasaan oppa? ” tanya Jihyun dengan muka serius.
” Tidak tahu, aku akan menunggu sampai Haeyoung menyukaiku “
” Tapii, oppa kan tidak bisa tahu apakah onni menyukai oppa atau tidak”
” Oppa tahu, mangkanya aku akan menunggunya” kata Kyuhyun serius.
” Kalau begitu selamat menunggu oppa”  *merusak suasana serius*
” Mangkanya, doain dong, kamu mau kan dia menjadi kakak iparmu”
” Mau lah, onni berkali-kali lipat lebih baik dari pada mantan pacar oppa dulu, siapa tuh namanya? Yang ngeliat kecoa lewat doang teriak-teriaknya uda kayak apaan aja, bisa tuli kalo hidup sama dia mah” kata Jihyun.
” Tidak usah dibahas lagi, oppa malas mengingat-ingat dia ” kata Kyuhyun.
” Baik oppa”
Selama 2 bulan, hampir setiap hari Jihyun mencoba membuat oppanya semakin dekat dengan Haeyoung. Mulai dari cara normal sampai cara aneh bin ajaib sudah pernah dicoba smua. Sementara itu kedua keluarga sedang merencanakan pertunangan Kyuhyun dan Haeyoung. Kyuhyun sih, happy-happy aja, kalo Haeyoungnya, gatau deh. Bisa merana, bisa sedih tapi bisa senang juga. Kira kira apa ya perasaan Haeyoung?
To Be Continue
note: maaf FF nya ngaco dan maksa~ comment ya yg baca 😀
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: