Be With Me Chapter 1 Part 4

5 Dec

Part 4 : Special

-Hyun Ae POV-

”Annyonghaseyo,”kudengar seseorang menyapaku, membuyarkan lamunanku. ”Eh.. A…. Annyonghaseyo,”jawabku kaget.

”Ingat aku?”tanyanya lagi. Pertanyaannya membuatku kaget. Jujur aku tak mengingatnya. Apakah aku pernah bertemu dengannya? Atau aku pernah mengenalnya? Tapi… Wajahnya tampak familiar. Di mana aku pernah melihatnya ya? Akh kenapa sekarang ingatanku jadi buruk gini sih?

”Sepertinya kau tak ingat ya,”katanya membuyarkan lamunanku lagi. Rupanya aku sempat terdiam beberapa saat dan tanpa sadar raut mukaku menunjukkan kebingungan.

”Maaf..” kataku lalu menundukkan kepalaku. Aku merasa tak enak ada seseorang yang kenal denganku lalu menyapaku tapi aku tak ingat siapa dia.

”Gwenchanayo. Tapi… Padahal ini pertemuan kita yang ke.. mmm…. 5 kali? Dan itu dalam 2 hari ini,”balasnya, sepertinya ada sedikit nada kecewa di suaranya. Kemudian ia duduk di sebelahku.

”5 kali?”tanyaku. Bagaimana mungkin aku bisa lupa kalau seandainya aku bertemu dengannya 5 kali dalam 2 hari ini. Akh Hyun Ae-ya… Ada apa dengan dirimu? Kenapa kau tak bisa mengingat orang itu? Akh… mungkin karena 2 hari ini aku banyak masalah jadinya aku tak mengingat orang – orang yang kutemui.

”Ne~ Kau ingat kemarin kita bertemu 3 kali di Lift? Walaupun yang pertama kali sepertinya kau tak melihatku. Dan saat ini pertemuan kita yang ketiga kalinya bukan di lift. Kalau dipikir-pikir aneh juga ya kita ketemu di lift terus,”jawab pria itu menjelaskan.

Mendengar pejelasannya aku mencoba mengingat kembali peristiwa yang terjadi kemarin. Di lift ya? Mmmm…. Akh! Aku ingat sekarang rupanya dia pria itu. Aku semakin merasa bersalah karena tak mengingatnya. Karena kalau tak salah kemarin ia sempat menanyakan hal yang sama dan aku juga tak mengingatnya. Akh Hyun Ae Pabo Ya!

”Ah… Sekarang aku ingat. Maaf karena aku baru ingat sekarang,” kataku sambil menundukkan kepalaku.

”Ah… Gwenchanayo. Lagi pula kita juga belum saling memperkenalkan diri secara… mmm… personal? Walaupun di pertemuan kita yang ke 4 aku sudah memperkenalkan diri. Tapi sepertinya pikiranmu sedang tidak ada di tempat,”jawabnya lagi. Aku semakin merasa bersalah. Tapi perkataannya membuatku semakin bingung. Dari tadi dia bilang ini pertemuan kita ke 5. Tapi menurutku inilah pertemuan kita yang ke 4. Di manakah pertemuan kita yang ke 4? Apa aku melewatkan sesuatu?

”Ne~ Tapi bukankah ini pertemuan kita yang ke 4? Dan perkenalkan Cho nun Han Hyun Ae imnida,”kataku sambil tersenyum dan mengulurkan tanganku. Sesungguhnya aku sedang tidak mood melakukan pembicaraan dengan orang yang tak kukenal. Tapi biarlah, dia sudah mencoba bersikap bersahabat denganku.

”Park Jung Soo imnida. Tapi kau bisa memanggilku Leeteuk. Aku mengganti namaku menjadi Leeteuk yang artinya spesial,”katanya lalu menjabat tanganku sambil tersenyum menunjukkan lesung pipit di pipinya. Rupanya dia punya lesung pipit.

”Emm… Spesial ya? Kau ingin jadi orang yang spesial ya bagi orang lain ya? Aku juga punya orang yang spesial bagiku.” Akh apa yang baru saja kukatakan? Dan lagi kepada orang yang baru kukenal. Kata-kata itu keluar begitu saja. Hyun Ae pabo ya!

”Eh? Namjachingumu ya?”tanyanya. Tuh kan dia menanyakan hal itu.

”Aniyo,”jawabku singkat menandakan aku tak mau membahas lebih lanjut. Sepertinya ia mengerti maksudku dan tak melanjutkan pertanyaannya.  Suasana menjadi hening dan canggung.

”Omong-omong apa yang kau lakukan di sini Hyun Ae-ssi?”katanya memecah keheningan.

”Hanya istirahat sejenak dari kerjaku setelah makan siang,”jawabku. Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Aku ingat aku kabur dari rapat. Aku melihat jamku. 13.45. Akh.. rapatnya pasti sudah selesai. Gawat Hyun Na dan Ji Hyun pasti marah kalau tahu aku tak ada di kantor. Tapi tumben mereka belum menelponku.

”Ada apa Hyun Ae-ssi?”tanya Leeteuk-ssi khawatir melihat tingkahku.

”Aniyo. Aku teringat kalau aku tadi ada rapat dan aku hanya ikut setengah rapat karena tak enak badan. Aku janji pada temanku akan diam di kantor tapi aku ingin makan siang jadi aku pergi makan siang lalu beristirahat sejenak di sini. Dan aku baru sadar sekarang sudah jam segini. Pasti sekarang rapatnya sudah selesai. Aku harus segera kembali ke kantor,”jelasku.

”Kau tak apa-apa? Apa kau sudah merasa baikan? Apa mau kuantar?”tanyanya. Entah kenapa seperti ada nada khawatir dalam pertanyaannya tapi aku tak terlalu yakin. Mungkin cuma perasaanku saja. Tak mungkin orang yang baru kukenal khawatir padaku.

”Mmm… Gwenchanayo~ Kantorku dekat kok, hanya sekitar 5 menit jalan kaki dari sini. Aku tak ingin merepotkan anda Leeteuk-ssi. Anda pasti punya kesibukan sendiri kan? Oh ya, anda sendiri sedang apa di sini Leeteuk-ssi?” Aku berusaha menolak tawarannya dengan halus.

”Ah… Aku di sini hanya untuk refreshing dan istirahat sejenak kok. Tidak apa-apa kok. Lagipula aku juga harus balik ke kantormu. Teman-temanku menunggu di sana,”katanya.

Tunggu sebentar…  Kantorku? Aku tak salah dengar kan? ”Kantorku?”tanyaku berusaha memastikan.

”Ne~ Kantormu Wild Flower kan?”

”Dari mana kau tahu kantorku? Sepertinya aku belum mengatakan kantorku di mana,”tanyaku dengan ekspresi bingung.

”Ah aku lupa bilang ya. Aku ada perkerjaan di kantormu. Makanya tadi kan aku bilang ini pertemuan kita ke 5. Pertemuan kita yang ke 4 itu di kantormu dan sejujurnya aku juga sudah tahu namamu sejak di kantormu,”jelasnya.

”Eh??? Kapan? Aku tidak merasa pernah melihatmu Leeteuk-ssi. Apa yang kau lakukan di kantorku?”tanyaku.

”Hahaha.. Rupanya kau memang tak menyadari keberadaanku. Aku tadi ikut rapat bersamamu Hyun Ae-ssi dan sepertinya mulai sekarang kita akan lebih sering bertemu,”jawabnya.

Aku shock mendengarnya. Jangan bilang dia salah satu perwakilan dari agensi itu. Aku berusaha menyembunyikan raut wajah shockku. ”Eh? Berarti kau salah satu perwakilan dari agensi arits itu dong?”tanyaku.

”Bingo. Dan apa kau masih tak mengenalku? Aku adalah leader dari Super Junior,”jawabnya sambil tersenyum bangga akan dirinya.

Pernyataannya semakin mebuatku kaget. Artis yang ingin kuhindari sekarang malah mencoba berteman denganku. Dan aku teringat sesuatu yang semakin memperburuk hariku. Berarti mereka tinggal seapartemen denganku dan kesempatanku bertemu merka lebih banyak lagi. Oh, apa lagi yang bisa lebih buruk dari ini. Aku hanyut dalam pikiranku sendiri.

Tenanglah Hyun Ae. Ingat perkataan Junho oppa. Coba kalahkan traumamu. Lagian dia juga manusia biasa dan sepertinya ramah. Mungkin aku bisa berteman dengannya dan mengalahkan traumaku. Ayo berpikir positif Hyun Ae.

”Hyun Ae-ssi? Hyun Ae-ssi?”kata Leeteuk-ssi menyadarkanku dari pikiranku.

”Ah… Maaf Leeteuk-ssi aku tak mengenalmu,” kataku lalu menundukkan mukaku, aku tak ingin menatapnya.

”Gwenchanayo. Tapi sepertinya mukamu pucat Hyun Ae-ssi? Apa kau benar-benar sudah baikan?”tanyanya.

”Akh… Ne~ Gwenchanayo. Hanya sedikit pusing. Nah sekarang, aku balik ke kantor ya,”kataku.

”Kalau begitu ayo kita jalan bareng,”katanya.

Aku hanya mengangguk pasrah. Aku tak tahu harus bilang apa lagi untuk menolak tawarannya. Oke, apa yang akan lebih buruk dari ini di hari ini?

 

——————-

-Di Kantor-

Kulihat Hyun Na dan Ji Hyun sedang berbicara dengan beberapa orang laki-laki yang tak kukenal. Hyun Na melihat aku masuk ke ruangan. Ia langsung menghampiriku.

”YA! HYUN AE! DARI MANA SAJA KAU? Tadi kau sudah  janji kan tak akan pergi ke mana-mana!”kata Hyun Na setengah berteriak.

”Mianhae. Tadi aku hanya pergi makan siang dan beristirahat di taman dekat sini sebentar kok. Apa aku tak boleh pergi makan?”jawabku berusaha membela diri.

Tapi sepertinya ia tak lagi menghiraukan jawabanku. Ia mengalihkan pandangannya dariku dan dengan reflek aku mengikuti arah pandangannya. Rupanya sekarang ia melihat pria di sebelahku.

”Hyung, kau dari mana saja?”kudengar suara laki-laki.

”Kan sudah kubilang tadi aku keluar sebentar mau cari angin segar, mau istirahat sebentar.”jawab Leeteuk-ssi. Rupanya laki-laki itu kenalan Leeteuk-ssi. Tunggu dulu kalau ia kenal Leeteuk-ssi berarti ia juga salah satu dari temannya di boyband itu, yang entah apalah namanya itu.

”Ya, Hyun Ae… Kenapa kau bisa datang bareng Leeteuk-ssi?”tanya Ji Hyun membuyarkan lamunanku.

”Eh… tadi a..”

”Tadi aku bertemu dengannya di bawah ketika mau masuk lift,”jawab Leteeuk-ssi memotong perkataanku. Aku menoleh ke arahnya dan kulihat tatapan sudahlah-diam-saja-dan-ikuti-aku. Aku pun hanya mengangguk pasrah mengiyakan perkataannya.

”Oh…. Ah ya, Hyun Ae… Tadi boss datang dan dia bilang peemotretan akan diadakan 10 hari lagi dan kita akan ke Pulau Jeju, ke villanya boss. Dia tadi juga menanyakan kamu ke mana, tapi tenang saja sepertinya ia tak marah mendengar kau tidak ikut rapat karena tidak enak badan,”kata Ji Hyun.

MWO??? KE JEJU??? KITA??? Aku ga salah denger nih? Berarti… berarti…

”Ji Hyun-ah…”

”Ne~”

”Apa aku juga ikut?”tanyaku lemas.

”Ne~ tentu saja kau ikut,”jawab Ji Hyun. Runtuh sudah harapanku.

”Hyun Ae, tentu saja kau ikut. Kalau tidak untuk apa kau disuruh ikut rapat ini.Lagipula kita kan harus mengerjakan tugas kita sampai akhir yaitu sampai selesai pembuatan iklan untuk promosi produk kita yang baru.”kata Hyun Na semangat. Oke kutarik ucapanku saat di taman tadi, ternyata hari ini terjadi hal yang lebih buruk lagi.

”Mmmm…. Ji Hyun-ssi, Hyun Ae-ssi, dan Hyun Na-ssi, kami pergi duluan ya. Masih ada jadwal selanjutnya. Kamsahamnida~”,kata Leeteuk-ssi.

Huh! Pergi saja, aku tak peduli. Hari ini sudah cukup buruk bagiku aku tak mau memperdulikan hal lain.

”Ne~ Kamsahamnida,”jawab Hyun Na.

Dan mereka pun pergi. Akhirnya… mereka pergi juga. Aku merasa lebih semangat bekerja. Tapi tidak begitu dengan Hyun Na dan Ji Hyun, mereka tampak lesu setelah mereka pergi. Mereka sepertinya tak rela melepas kepergian mereka.

”Akhirnya aku punya kesempatan berbicara dengan Kyuhyun,”sorak Hyun Na. ”Dan aku bisa berbicara dengan Sungmin. Ah… dia manis sekali. Tak kusangka aku bisa bertemu langsung sedekat ini dengannya bahkan mengobrol dengannya.”lanjut Ji Hyun.

”Ne~ Tapi sayang mereka harus kembali bekerja dan pergi.”kata Hyun Na.

”Tapi tenang saja unnie, kita akan segera bertemu mereka 10 hari lagi dan kita akan bisa melihat mereka selama pemotretan. Semoga saat iru kita bisa semakin dekat dengan mereka,”ujar Ji Hyun.

”Yah~ Ayo kembali bekerja,”kataku berusaha menyadarkan mereka sebelum mereka lebih tenggelam dalam pikiran mereka.

”Ye~ Ye~”kata Ji Hyun dan Hyun Na bareng.

”Jawabnya cukup sekali aja,”kataku lalu segera pergi menuju mejaku. Huh! Betapa senangnya kalian karena hanya bisa bertemu artis atau melihat pemotretan, tapi itu merupakan penderitaan bagiku. Akh, aku harus menelpon Junho oppa. Aku ingin mengabarkannya. Aku pun pergi ke tempat yang sepi untuk menelponnya. Aku tak mau ada orang yang mendengar pembicaraan kami.

”Yoboseo? Oppa?”

”Ne Hyun Ae-yah~”jawabnya. ”Waeyo?”

”Oppa… Apa oppa benar akan ikut dalam urusan promosi kali ini?”tanyaku.

”Ne~ Akan kuusahakan.”

”Oppa.. Pemotretannya akan diadakan di Jeju 10 hari lagi.”kataku menghela napas besar.

”Mwo? Tenang saja Hyun Ae-yah.. Akan kuusahakan ikut. Lagipula kau tahu kan jabatanku di kantorku kan? Aku bisa mengaturnya.”kata Junho oppa.

”Oppa… apa kau tidak sibuk? Kau tak perlu sampai seperti itu. Tak usah memaksakan diri. Aku… akan baik-baik saja,”kataku dan mengatakan kata-kata terakhir dengan pelan. Sejujurnya aku juga ragu apa aku akan baik-baik saja. Tapi aku tak mau merepotkan Junho oppa. Aku jadi merasa bersalah jika ia sampai memaksakan diri.

”Gwenchanayo. Aku kan sudah bilang aku akan ada untukmu. Tenang saja, semuanya akan baik-baik saja,”katanya tenang.

”Hajiman….”

”Sudahlah. Biarkan saja semuanya mengalir dan yang lebih penting coba untuk bersenang-senang. Kau ingat ajakanku tadi kan? Siap ya hari Sabtu jam 9 pagi. Aku akan menjemputmu. Kita bersenang-senang dan lupakan semuanya.”katanya lagi.

”Ne~”jawabku pasrah.

 

 

-Leeteuk POV-

-At Super Junior’s Dorm, 12th floor, All of Super Junior’s member are there-

”Dengar semuanya, 10 hari lagi kita akan pergi ke Jeju,”kataku senang.

”Jinjja?”tanya Ryeowook.

”Ne~”jawab Eunhyuk.

”Kita mau ngapain ke sana? Mau liburan ya?”tanya Heechul.

”Ya kerja lah, dasar babo”kata Kyu.

”YAH! KYUHYUN BERANI SEKALI KAMU MENGATAI HYUNGMU INI BABO!”teriak Heechul marah.

”Bukannya hyung memang babo. Lagian hyung pake nanya segala sih,”balas Kyu sambil menyeringai.

”Aish.. anak ini… YA! Coba kau katakan sekali lagi,”kata Heechul kesal.

”Ya, kalian berdua sudahlah. Jangan berantem lagi. Tak ada gunanya kal~” Perkataanku terputus oleh bunyi teleponku. Kulihat ID callernya, rupanya itu dari Manager Hyung. Ada apa ya dia menelpon. Semua pandangan mengarah padaku.

”Dari Manager Hyung,”kataku pada mereka.

”Yoboseo?”

”Ah, Leeteuk-ah…. Tadi aku baru saja berbicara dengan bos kita. Dan kau tahu dia bilang apa?”kata Manager Hyung.

”Mollasso Hyung. Waeyo?”tanyaku bingung. Semua member masih memandangku. Mereka juga penasaran denfan apa yang terjadi.

”Ini mengenai promosi dengan perusahaan Wild Flower itu. Rupanya bos perusahaan itu adalah teman bos kita. Jadi~” Hyung menghentikan kalimatnya, ingin mendengar reaksiku.

”Jadi kenapa Hyung?”tanyaku makin penasaran.

”Jadi, kalian harus melakukan yang terbaik. Dan…” Manager Hyung menggantungkan perkataannya lagi.

”Dan kenapa Hyung? Ayolah hyung jangan ngomong sepatah-sepatah.”kataku mulai agak kesal. Member lain tampak khawatir mendengar perkataanku.

”Ada apa hyung?”tanya Sungmin.

Aku hanya mengangkat bahu untuk menjawab pertanyannya.

”Dan kalau kalian bisa bekerja dengan baik, maka kalian boleh liburan di Jeju di resort milik bos perusahaan Wild Flower itu!”kata Hyung senang.

”Jinjjayo?”tanyaku senang. Mataku membelalak mendengarnya.

”Hyung, ada apa? Ada apa?”tanya Kangin.

Aku meletakkan telunjukku di bibirku, menyuruh mereka untuk diam.  Mereka pun diam sambil tetap memperhatikanku.

”Dae~ Bos sendiri yang bilang begitu. Jadi sebaiknya kalian melakukan yang terbaik,”kata Manager Hyung.

”Ne~ Kami akan melakukan yang terbaik,”kataku senang lalu menutup telpon. Yes, akhirnya kita bisa liburan, tapi jika kita melakukan semuanya dengan baik.

”Hyung, ada apa?”tanya Hangeng.

”Heechul keinginanmu terkabul. Dengar semuanya, kita bisa liburan di Jeju jika kita melakukan pekerjaan kali ini dengan baik,”kataku senang.

”JINJJAYO?”yanya mereka serempak.

”Ne,”balasku senang.

”Ah, aku harus menyiapkan segala game-gameku,”kata Kyu.

”Ah, aku harus mempersiapkan baju-bajuku, tentunya harus ada yang pink,”kata Sungmin.

”Aku bawa baju renang yang mana ya? Yang biru, yang hitam, yang ini atau yang itu ya?”kata Donghae.

”Aku harus menyiapkan sunblockku, ah ya aku harus buat list barang yg dibawa apa aja. Oh ya berapa lama kita akan di sana? Aku harus menitipkan para piaraanku tersayang.”kata Heechul.

”Ah hyung, apa aku boleh membawa kura-kuraku? Pantai kan habitatnya kura-kura.”kata Yesung.

”Pemainan apa yang akan kita lakukan di sana? Perlu tidak bawa bola voli, siapa tahu kita bisa main voli pantai. Oh ya, ayo bawa kartu. Mmmm… terus apa lagi ya?”kata Kang In.

”Hyung apa aku masih perlu asak di sana?”tanya Ryeowook.

”Oke, aku harus beli banyak snack,”kata Shindong.

”Ah, hyung, ap~”

”YA! Kalian jangan ngomong semuanya. Dan ingat, kita baru bisa liburan kalau kita melakukan kerja yang baik. Yesung, kau tak bisa membawa kura-kuramu. Apa kau mau kura-kuramu hanyut kebawa ombak. Dan yang lainnya jangan bawa barang-barang terlalu banyak. Untuk hal lebih lanjutnya kita bicarakan saja lain kali. Pemotretan itu masih 10 hari lagi. Untuk apa kalian menyiapkannya sekarang. Sudahlah, aku tidur duluan dan jangan ribut.”kataku lalu berjalan menuju ke kamarku.

Aku menghempaskan badanku ke ranjang. Hhh… Hari melelahkan lainnya. Namun hari ini aku bertemu perempuan itu lagi. Pertemuan yang tak kusangka-sangka. Ya, pertemuan kami memang selalu tak disengaja. Tapi semuanya berubah hari ini. Aku akan lebih sering bertemu dengannya. Aku tak sabar menantikan pertemuan yang berikutnya. Tapi kenapa tadi dia menangis ya dan siapa laki-laki itu? Aku penasaran.

Sejujurnya aku juga tak sabar menantikan liburan itu. Tapi mana mungkin aku menunjukkannya pada teman-temanku. Hhh… Mungkin ini adalah takdir.

YA! PARK JUNG SOO! Sejak kapan kau jadi percaya takdir seperti ini dan selalu memikirkan seorang perempuan? Sudahlah lebih baik aku tidur. Goodnight, Seoul. Goodnight All. Goodnight Earth, and Goodnight…. Han Hyun Ae.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: